Rabu, 07 Maret 2012

Pengalaman Selama Kelas 8 di SMP N 8 Yogyakarta


M
enurutku waktu aku kelas 8 adalah saat dimana aku mendapatkan berbagai pengalaman yang amat banyak mengesankan. Dimana saya mempunyai banyak teman baru. Pertama aku masuk kelas 8 (8-3) aku hanya mengenal beberapa orang, yaitu
Irfan,Yodas,Adit,Roy,Sano,Yanuar,Ayik,Disa,dan Nana. Namun seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal beberapa teman baru yaitu, Igi,Rizki,Ibnu,Andhika,Habib,dll (yang nggak aku sebut maaf ya lupa hehehe..) Hobi dan sekaligus tradisi kami di kelas 8-3 bagi anak laki-laki dan satu anak perempuan (Hasna) adalah, jika ada yang ulang tahun wajib memberikan pajak berupa futsal selama 1 atau 2 jam.

 Aku,Irfan,dan Igi adalah ‘’ Trio Maut ‘’ di kelas 8-3 hehe.. Karena kami sering bertingkah yang aneh-aneh. Pertama-tama kelas 8 Aku,Irfan,dan Igi tertular salah satu virus game online yaitu ‘’ POINT BLANK (PB) “. Awalnya kami hanya coba-coba saja pergi ke ROEMI untuk main PB namun lama-lama kami menjadi ketagihan memainkannya, kemudian menular lagi ke teman saya yang bernama Rizki,Habib,dan Roy. Kami sering main game PB ini bersama-sama. Biasanya sepulang sekolah kami langsung melangkahkan kaki menuju ke ROEMI untuk main PB.

Pada saat pulang sekolahpun aku,Irfan,Igi,Yanuar dan Sano pernah iseng-iseng masuk ke Pizza Hut, teman ku yang bernama Igi,baru pertama kali masuk ke tempat itu. Kamipun duduk dan kami dihampiri oleh penjaga Pizza Hut untuk memberikan berbagai macam menu. Saat kami baru berunding untuk memilih makanan, tiba-tiba ada suara dari Igi “ Mesen iki wae roti cakwe !” Tentu hal itu membuat aku,Irfan,Sano,dan Yanuar tertawa terbahak-bahak. Karena sebenarnya Roti cakwe yang dikatakan Igi tadi adalah Garlic Bread.. hahahahaha. Setelah kami selesai makan dan bercanda gurau,tibalah waktu untuk membayar. Tidak disangka harganya sangat mahal, kamipun urunan setiap anak Rp17.000,00 . Tapi Sano menolong kami dengan memberi urunan lebih banyak.  

Pada saat pelajaran pun aku,Irfan,dan Igi sering mengerjai guru hehe, yang paling sering kita jahili adalah Bu Parwati,dengan cara menaruh penggaris,spidol,jangka,dan busur kayu di atas papan tulis hehehe (maaf bu). Pada saat pelajaran membatikpun Sanopun tidak luput dari korban kejahilanku. Pada saat membatik dengan sengaja saya menjahili Sano dengan mencabuti bulu kakinya. Sano pun melakukan gerak refleks dan menyenggol wajan panas dan penuh berisi malam,sehingga malam yang terdapat di wajan tumpah semua,wekkeke. Namun aku adalah orang yang tidak bertanggung jawab,sehabis kejadian itu aku langsung ” kabur “ ke kelas. Dan yang kena marah Bu Ambar adalah Sano wekkeeke.

Tidak ketinggalan,saat pelajaran pembukuan berlangsung aku duduk bersama Igi. Kami tidak memperhatikan apa yang diterangkan Bu Suhartini,kami malah gojek sendiri dan ketawa terbahak-bahak. Saat masuk jam pembukuan yang ke dua, Nisa memberikan sepotong roti gulung kepada Igi. Tingkah jahil saya pun keluar. Saat Igi akan memasukkan roti gulungnya ke dalam mulutnya aku pun spontan berkata “ Eeekkkyyaaa.. ” Roti itupun tidak jadi masuk ke dalam mulut Igi dan saya tertawa terbahak-bahak. Kejadian itu pun beruang berkali-kali. Tiba-tiba Bu Suhartini mendatangi kami dan berkata kepada saya “ Ada apa lang ? kok ketawa-ketawa terus dari tadi? “ aku menjawab “ Tidak apa-apa bu .” Kemudian saya menunduk dan melihat ke arah paha dan betis Igi. Saat itupun aku tidak bisa menahan tawa,karena roti gulung itu sudah terapit diantara paha dan betis Igi. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Igi mengapa dia mengapit roti gulung itu? Saya menahan tawa saya bersama Igi. Untungnya tidak lama setelah itu pelajaranpun berakhir. Lalu saya tertawa lepas,dan antiknya Igi tetap memakan roti gulung yang sudah terapit di antara paha dan betisnya tersebut. Naah, dari saat itu di kelas 8-3 ada menu baru yaitu Roti Kempit ! hahahaha.

MID Semester pun tiba, kami berusaha untuk mengurangi bermain game PB dan mengerjakan soal sekuat otak kami hehe.. Setelah MID semester selesai aku,Irfan,Igi,Rizki langsung menuju Roemi dan membeli prepaid 3 jam, kami sangat puas bermain saat itu.

Waktu liburan pun datang. Aku,Irfan,dan Igi pergi bermain ke rumah teman kami Habib. Di sana kami disuguhi gorengan dan teh manis. Menjelang malam kami disuguhi aksi tawuran antar suporter PSIM,yaitu Brajamusti dan The Maident. Setelah polisi datang ke tempat kejadian tawuranpun mereda. Lalu kami memutuskan untuk pergi berjalan-jalan di sekitar jalanan Malioboro. Di sana aku,Irfan,dan Habib tertawa dengan girang karena salah satu teman kami Igi takut berjalan-jalan di sekitar Malioboro pada malam hari. Dia berkata kepada saya kalau dia takut di culik.  Hahahaha tentu hal itu membuatku tertawa girang bersama Irfan dan Habib. Setelah itu kami membeli beberapa barang yang tidak amat mahal. Lalu kami memutuskan untuk kembali ke rumah Habib.

Malam itu Timnas Indonesia menjalani laga AFF cup. Kami pun menonton di rumah Habib. Kami menontonnya dengan penuh emosi karena pemain lawan sering melakukan pelanggaran keras kepada pemain timnas Indonesia. Kami bersyukur karena Indonesia mendapat kemenangan pada laga tersebut.
Seusai laga itu sekitar pukul 21.00 aku,Irfan,dan Igi pamit dari rumah Habib dan langsung menuju Roemi untuk bermain Point Blank (PB). Disana kami membeli prepaid paket malam harganya pun jauh lebih murah dari biasanya. Kami memulai permainan PB itu. Malam itu Clan Master(CM)dari Clan(semacam kelompok/organisasi pada PB)  kami mengadakan test. Pertama-tama saya maju melawan CM Clan saya,dengan mudah saya dapat menandinginya. Kedua saatnya teman saya Igi beraksi. Dia sudah lumayan dengan mengirimkan dua kali headsod kepada CM Clan kami. Saat nya Irfan pun tiba, dia belum dapat menandingi CM Clan kami. Dia pun diolok-olok oleh CM itu. Kami selesai bermain PB sekitar pukul 05.00 kami beristirahat sejenak dan pukul 06.00 kami pulang dengan membawa kenangan manis. :D

Ini adalah pengalaman-pengalaman yang paling berkesan saat saya kelas 8 di SMP N 8 YK tercinta :* wekekekkee. DETIG !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More